Minggu, 23 Agustus 2020

Syekh Abdul Wahab Rokan (Tuan Guru Besilam)

 

Ulama paling dihormati di kalangan masyarakat Melayu pesisir Sumatera, khususnya Riau dan Sumatera Utara.

TuanG Syekh Abdul Wahab Rokan atau lebih dikenal dengan sebutan Tuan Guru Babussalam. Ia adalah seorang ulama, ahli fiqih, sufi dan pemimpin Tarekat Naqsabandiyah pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20. 

Nama lengkapnyaSyekh Abdul Wahhab bin Abdul Manaf bin Muhammad Yasin bin Maulana Tuanku Haji Abdullah Tembusai. Lahir Kampung Danau Runda, Kabupaten Kampar, Riau, pada 19 Rabiul Akhir 1230 H atau 28 September 1811. Wafat pada usia 115 tahun di Babussalam, Langkat, Sumatera Utara, pada Jum'at, 21 Jamadil Awal 1345 H bertepatan dengan 27 Desember 1926.

Nama beliau juga diabadikan oleh pendiri Pondok Pesantren Babussalam, Pekanbaru, Riau, sebagai nama lembaga berbadan hukum yang menaungi Pondok Pesantren ini, yaitu Yasasan Syekh Abdul Wahab Rokan.

Syekh Abdul Wahab Rokan lahir dengan nama Abu Qosim. Setelah menunaikan ibadah haji ia berganti nama menjadi Haji Abdul Wahab. Sedangkan tambahan nama Rokan menunjukkan bahwa ia berasal dari Sungai Rokan. Ia lahir dari keluarga bangsawan yang berpendidikan dan taat beragama.

 Ayahnya Abdul Manaf bin Muhammad Yasin bin Tuanku Abdullah Tambusai, seorang ulama terkemuka di kampungnya. Sedangkan buyutnya bernama Tuanku Tambusai, ulama dan pejuang yang masih keturunan keluarga Kerajaan Islam Siak Seri Inderapura. Ibunya bernama Arbaiyah binti Dagi yang masih keturunan Kesultanan Langkat, Sumatera Utara.

 Tuan Syekh Abdul Wahab pertama kali mendapat pendidikan Quran langsung dari ayahnya. Setelah ayahnya wafat, ia belajar kepada Tuanku Muhammad Shaleh Tambusai dan Tuanku Haji Abdul Halim Tambusai dan Syekh Muhammad Yusuf di Semenanjung Melayu selama dua tahun.

Pada tahun 1863, ia menunaikan ibadah haji ke Mekkah dan memperdalam ilmu keislaman selama enam tahun (1863-1869). Di antara guru-gurunya di Mekkah yaitu Syekh Saidi Syarif Dahlan (mufti mazhab Syafi'i). Syekh Hasbullah (ulama Indonesia yang mengajar di Masjidil Haram). Syekh Muhammad Yunus Abdurrahman Batu Bara (ulama Indonesia asal tanah Batak) dan Syekh Sulaiman Zuhdi di Jabal Abu Qubais, Mekkah.

Syekh Sulaiman Zuhdi inilah yang kemudian memberi ijazah (pegesahan) dan membaiat Syekh Abdul Wahab untuk menyiarkan Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah di tanah kelahirannya. Ia menyebarkan tarekatnya tidak hanya di kampungnya saja, namun meliputi wilayah Riau, Tapanuli Selatan, Sumatera Timur, bahkan sampai ke Semenanjung Melayu.

 Terkait asal-usul Kampung Besilam Langkat ini bermula ketika Syeikh Abdul Wahab mendapatkan wakaf sebidang tanah dari Sultan Langkat pada tahun 1879. Pada tahun 1883, Syekh Abdul Wahab beserta para santrinya kemudian membangun sebuah perkampungan baru di Langkat lengkap dengan masjid dan pesantren.

Perkampungan itu semakin berkembang dan diberilah nama Kampung Babussalam yang berarti pintu keselamatan. Masyarakat umum sering menyebutnya Bassilam atau Besilam.

Kampung Basilam atau Babussalam ini dibangun Syekh Abdul Wahab pada 1811-1926. Demikian pula nama pesantren dan masjidnya serta kegiatan tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah yang dipimpin Syeikh Abdul Wahab yang kemudian dikenal dengan sebutan Suluk Bassilam.

 Sebagai seorang ulama sufi, Syekh Abdul Wahab Rokan cukup dikeramatkan penduduk setempat. Sejumlah cerita keramat tentang beliau cukup populer di kalangan masyarakat Langkat.

 Di antara karomah beliau yang paling populer adalah ketika diadakannya gotong-royong membangun anak sungai di Kampung Babussalam. Nasi bungkus yang rencananya akan dibagikan kepada peserta gotong-royong ternyata kurang.

Nasi yang tersedia hanya 40 bungkus, sementara para pekerja berjumlah ratusan.

Melihat itu, Syekh Abdul Wahab menyuruh petugas mengumpulkan kembali nasi yang sudah sempat dibagikan dalam sebuah bakul. Kemudian ia menutupi bakul itu dengan selendangnya dan berdoa. Beberapa saat setelah itu, para petugas kemudian membagikan kembali nasi bungkus itu, dan ternyata jumlahnya berlebih.

Tuan Syekh Abdul Wahab Rokan juga dikenal bisa mendorong perahu-perahu dengan mudah, padahal perahu-perahu itu sangatlah berat dan tak mampu didorong oleh seorang saja.

Kisah lain, pada saat masa masa penjajahan, Belanda mencurigai Syeikh Abdul Wahab karena tidak pernah kekurangan uang. Lantas Belanda menuduhnya telah membuat uang palsu.

Karena mereka tersinggung, Syekh Abdul Wahab meninggalkan Kampung Babussalam dan pindah ke Sumujung, Malaysia. Pada saat hijrah itulah beliau menyempatkan waktu mengembangkan tarekat Naqsyabandiyah di Malaysia.

Selama kepergian Syekh Abdul Wahab, konon sumber-sumber minyak BPM Batavsche Petroleum Matschapij (sekarang bernama Pertamina) di Langkat menjadi kering. Kepah dan ikan di lautan Langkat juga menghilang sehingga menimbulkan kecemasan para penguasa Langkat. 

Akhirnya Syekh Wahab dijemput dan dimohon untuk kembali ke Babussalam. Setelah itu, sumber minyak pun mengalir dan ikan-ikan bertambah banyak di lautan. Kaum buruh dan nelayan senang sekali. 

Syekh Abdul Wahabjuga dikisahkan pernah ikut dalam peperangan melawan Belanda di Aceh pada tahun 1308 H atau bertepatan tahun 1891. Menurut cerita dari pihak Belanda yang saat itu sempat mengambil fotonya, Syekh Abdul Wahab Rokan mampu terbang di angkasa. Kemudian menyerang dengan gagah perkasa dan tidak dapat ditembak dengan senapan atau meriam.

SetelahBeliau wafat pada tahun 1926 dalam usia 115 tahun, banyak orang yang berziarah dan bernazar ke makamnya. Bertepatan dengan hari wafat Tuan Guru Syeikh Abdul Wahab Rokan diadakan acara haul besar peringatan wafat Tuan Guru Pertama, yakni pada tanggal 21 Jumadil Awal setiap tahunnya. Pada momen ini ribuan pengikut dan peziarah dari pelosok Indonesia dan sejumlah negara Asia datang berbondong-bondong ke Besilam. Selain mengikuti acara dzikir bersama, peziaroh juga bersilaturahmi dengan penerus Tuan Guru Besilam.

By:Jefri Aljumanatul'Ali

Senin, 17 Agustus 2020

MERAH PUTIH

fg : Jefri Aljumanatul'Ali, Makkah
 

MERAH PUTIH 

Karya : Jefri Aljumanatul'Ali

Merah adalah darahku, ungkapan tanda semangat kebangsaan yang terus-menerus berkobar, tak akan pernah padam sampai pada tetesan darah terakhir. 

Merah merupakan semangat perjuanganku.


Putih adalah tulangku kekuatan mental baja yang tidak akan pernah pudar, walaupun panasnya terik Matahari dan hantaman menembus ke sekujur tubuhku.


Namun, tekatku sekali merdeka tetap merdeka,  sekali Jaya tetap jaya. 


Mau tua...

Mau muda...

Mau wanita... 

Mau lelaki...  Selagi ia rakyat Indonesia,  semua Wajib merayakannya.


Mari... Bangkitkan jiwa Patriotisme mu...

Ayo... Bangkitkan semangat Nasionalisme mu...

Untuk Negaramu Indonesia. 


Bangkitlah Indonesia... 

Majulah Indonesia... 

Jayalah Indonesia ku...


SELAMAT HUT RI KE-75 TAHUN

MERDEKAAA...!!! MERDEKAAA...!!! MERDEKAAA...!!! Indonesia Ku.


By: @seuntai mutiara yang maha luhur

Minggu, 28 Juni 2020

Cinta...


Ada cinta yg tak mampu diungkapkan.
Ada air mata yg tak bisa diluapkan.
Ada kesedihan yg tak dapat dijelaskan.
Tidak semua hal bisa diucapkan.
Lewat bait ini biarlah ku coba untuk mengatakan bahwa cinta & kasih ini hanya ku berikan utk dia yg mencintai & menyayangi ku dgn ketulusan.
Air mata ini adalah Air mata bahagia ketika aku mampu menyentuh hatinya yg lembut.
Ku memintanya utk menyeka bila jatuh setetes saja.
Kesedihan ini ku harapkan dia lah yg mampu mengobatinya.
Terimakasih kpd dia yg telah menerima segala kekuranganku.
Menerima apapun diriku.
Menerima burukku.
Dan ia berusaha memperbaikinya dgn cinta tulusnya.

#DP
@seuntai mutiara yang maha luhur

Senin, 01 Juni 2020

Surat Cinta


Jefri Aljumanatul'Ali

Surat cinta...
Untuk calon Imam ku *Muhammad Jefri*.
Saat pertama kita bertemu mungkin kita tak saling tau apa itu rasa nyaman. Apa itu yg dikatakan rindu. Dan apa itu yg namanya cinta.
Mungkin saat itu yg kita tau adalah berteman tanpa melihat & tanpa merasakan apapun.

Seiring berjalannya wkt, benih2 rasa mulai tumbuh diantara kita.
Ada sebuah kenyamanan & rasa tak ingin kehilangan.
Mungkin itu yg dikatakan cinta.
Ada sesuatu yg tak mampu di ungkapkan saat berjauhan. Mungkin itu yg dinamakan rindu.
Yaaaaa...
Cinta & rindu lah yg membuat kita percaya bahwa saat ini ada rasa nyaman yg mungkin tak akan pernah kita rasakan terhadap org lain.
Yaaaaa...
Keinginan terbesar kita saat ini adalah bisa hidup bersama.
Saling menatap tanpa ada kerinduan.
Saling memantapkan hati utk 1 cinta.

Untuk mu yg ku Dambakan...
Percaya & yakinlah Bahwa aku tak kan pernah meninggalkan mu.
Karena semua yg ku cari sudah ku temukan pada dirimu.

Wahai yang terkasih...
Rasa kita ini adalah anugerah, maka ku sambut dengan penuh suka Cita dan aku telah persiapkan ruang di hati ku yang hanya dirimulah yg mampu masuk di dalamnya.
Hanya diri mu lah yg Bertahta di sana.

#DP

Minggu, 31 Mei 2020

PANTJA-SILA dan AL MAQASHID




PANTJA-SILA dan AL MAQASHID
oleh Salim A. Fillah dalam Sejarah.

“Seorang kawan ahli bahasa”, demikian konon dikatakan Ir. Soekarno dalam pidatonya di hadapan Sidang BPUPKI 1 Juni 1945, “Menyarankan agar kelima pokok hal ini disebut Pancasila.”

Pidato Bung Besar, rahimahullah, kala itu memang menjawab pertanyaan Dr. Radjiman Wedyodiningrat, Sang Ketua, yakni, jika nanti negara kita berdiri, di atas dasar apakah ia akan tegak?

Kawan ahli bahasa itu tentu saja adalah Mr. M. Yamin. Tokoh dahsyat yang mengemukakan gagasan kesatuan Indonesia-nya dengan membesar-jayakan Majapahit hingga tokoh Gajah Mada-pun wajah ilustrasinya meminjam potret beliau.

Sesederhana itukah lahirnya Pancasila pada 1 Juni 1945?

Tentu saja tidak.

Pancasila rumusan Bung Karno meletakkan kebangsaan sebagai sila pertama dan ketuhanan di sila terakhir. Lengkapnya adalah sebagai berikut:

1. Kebangsaan Indonesia
2. Internasionalisme atau peri kemanusiaan
3. Mufakat atau demokrasi
4. Kesejahteraan sosial
5. Ketuhanan yang berkebudayaan

Sehari sebelumnya, pada 31 Mei, Mr. Soepomo mengajukan rancangan lain:

1. Persatuan
2. Kekeluargaan
3. Keseimbangan lahir dan batin
4. Musyawarah
5. Keadilan rakyat

Adapun gagasan Mr. M. Yamin pada 29 Mei berisi:

1. Peri kebangsaan
2. Peri kemanusiaan
3. Peri Ketuhanan
4. Peri kerakyatan
5. Kesejahteraan rakyat

Kesemua rumusan ini berbeda dengan yang akan ditetapkan sebagai Dasar Negara pada 18 Agustus 1945. Untuk diketahui, selain Ir. Soekarno, Panitia Sembilan Perumus Dasar Negara sebagai amanat PPKI yang menghasilkan Piagam Djakarta beranggotakan pula Drs. Moh. Hatta, KHA. Wahid Hasyim, Prof. KH Abdul Kahar Muzakkir, H. Agus Salim, Abikusno Tjokrosujoso, Ahmad Subardjo, Mr. Muh. Yamin, dan A.A. Maramis. Dari kentalnya komposisi ‘Ulama dan Zu’ama ini, tak heran bahwa yang disahkan kemudian -sebelum insiden dihapusnya 7 kata- adalah:

1. Ketoehanan, dengan kewadjiban mendjalankan sjari’at Islam bagi pemeloek2-nja*
2. Kemanoesiaan jang adil dan beradab
3. Persatoean Indonesia
4. Kerakjatan jang dipimpin oleh hikmat, kebidjaksanaan dalam permoesjarawaratan/perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seloeroeh Rakjat Indonesia.

Banyak beredar selebaran maya yang menghubungkan kelima sila tersebut dengan ayat-ayat yang dipilih dari Al Quran. Sebagai seorang muslim, saya menyatakan hormat kepada yang menyatakan demikian. Saya akan menyatakan hormat pula jika ummat lain punya dalil dari kitab suci mereka tentang sila-sila Pancasila. Dan ini amat mungkin sekali mengingat luasnya kandungan kitab suci berbagai agama. Tinggal dicari dan dicocokkan.

Yang saya hendak sampaikan justru hipotesis beberapa pewaris sejarah Masyumi yang diungkap oleh Dr. Adiwarman Karim dalam sebuah artikel pendek tentang Ekonomi Syari’ah-Ekonomi Pancasila, bahwa Para ‘Ulama Pendiri Bangsa itu kemungkinan telah menyusun Pancasila sesuai Maqashid Asy Syari’ah Adh Dharuriyah yang rumusannya dirintis Imam Al Ghazali kemudian disempurnakan oleh Imam Asy Syathibi dalam Al Muwafaqat.

Benar, idenya buah pikir bersama dan mungkin juga mengambil sebagian dari Bung Karno, Yamin, maupun Soepomo. Tapi susunannya, mari perhatikan Dharuriyat Al Khams, atau 5 dari tujuan pokok diturunkannya Syari’at itu:

1. Hifzhud Diin (Menjaga Agama)-> Ketuhanan
2. Hifzhun Nafs (Menjaga Jiwa Manusia)-> Kemanusiaan
3. Hifzhun Nasl (Menjaga Keturunan, Kelangsungan)-> Persatuan
4. Hifzhul ‘Aql (Menjaga Akal)-> Hikmat Kebijaksanaan
5. Hifzhul Maal (Menjaga Harta dan Milik)-> Keadilan Sosial

Rahimahumullaahu Ajma’in. Semoga Allah merahmati para perumus agung dasar negara ini. Selalu diperlukan sikap adil pada Pancasila. Anti samasekali kepadanya berarti mengingkari sejarah perjuangan para ‘ulama. Menerimanya secara sekuler dengan memisahkannya dari nilai-nilai Islam yang menjiwainya juga tak tepat. Selamat berpancasila!

Rabu, 12 Februari 2020









Aku tak Ingin Jadi Benalu

ibu...
aku bukanlah anak yg pantas engkau banggakan...
ibarat benalu yang tak mampu melepaskan diri dari mu..
aku menjadi sesuatu yang belum bisa membalas semua jasamu...
kini aku tahu rasanya betapa berat menjadi seorang ibu...
namun dalam beban ku.. justru q pun masih membenanimu..
saat aku bercermin maka tak ku temukan sedikitpun kebaikan yg pernah aku lakukan utk membahagiakanmu..
bahkan anakku pun aku titipkan padamu demi sebuah cita cita ku...
anak macam apa aku ini..
aku tahu ibu...
jika kau adalah bumi..
maka aku adalah manusia yang tak tahu balas budi...
Tuhan.. jika Kau izinkan berikanlah aku kekuatan untuk menjadi perantara kebahagiaan ibuku..

Kamis, 09 Januari 2020

Mereka pun datang silih berganti..!!




Mereka pun datang silih berganti..!!

Ada yang melintas dalam segmen singkat, namun membekas di hati.
Ada yang telah lama berjalan beiringan, tetapi tak disadari arti kehadirannya.
Ada pula yang begitu jauh di mata, sedangkan penampakannya melekat di hati.

Ada yang datang pergi begitu saja seolah tak pernah ada. Semua orang yang pernah singgah dalam hidup kita bagaikan kepingan keramik.
yang saling melengkapi dan membentuk sebuah gambaran kehidupan.
Maka sudah fitrah, bila ada pertemuan pasti ada perpisahan.

Di mana ada awal, pasti akan ada akhir.
Akhir sebuah perjalanan, ia akan menjadi awal bagi perjalanan lainnya.
Sebuah perpisahan,  ia akan menjadi awal pertemuan dengan sesuatu yang baru.

Ketika akhir sebuah perjalanan akan menjadi awal perjalanan yang lain, dan sebuah perpisahan akan menjadi pertemuan dengan sesuatu yang baru. And that’s more about life.
.
.
.
Pekanbaru,
Kamis, 09/01/2020
Jefri Aljumanatul Ali

Senin, 06 Januari 2020

 Oleh : Jefri Aljumanatul'Ali

ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH...

MAU UMRAH...!!!

PASTIKAN 5 PASTI UMRAH...!!!
1. PASTI TRAVELNYA BERIZIN
2. PASTI JADWALNYA
3. PASTI TERBANGNYA [MASKAPAINYA)
4. PASTI HOTELNYA
5. PASTI VISANYA

KEPUASAN IBADAH ANDA ADALAH PRIORITAS KAMI...!!!
INSYA'ALLAH AMANAH [Aman, Nyaman dan Berkah]

HARGA HEMAT...
HOTEL DEKAT...
LAYANAN HEBAT...
PROGRAM TEPAT...
IBADAH ANDA SEMAKIN NIKMAT...

BURUAN DAFTAR...!!!
SPECIAL UMRAH UMRAH 11 HARI 2X SHALAT JUM'AT SUPER MURAH BERKUALITAS...!!!

IDR 24 JT ALL IN
HOTEL :
#MAKKAH : ANJUM **** [150 M]
#MADINAH : BAHAUDDIN **** [50 M]

BURUAN DAFTAR SEBELUM KEHABISAN SEAT PROMO...!!!

 Info :
call/wa : 0852.7878.0292 [Jefri Aljumanatul Ali, Jefri Aljumanatul Ali II, Aljumanatul Ali]